Pengenalan Online Proctoring

Online proctoring adalah metode pengawasan ujian yang dilakukan secara daring, di mana pengawas atau proktor memantau peserta ujian melalui kamera dan mikrofon. Metode ini semakin populer di kalangan institusi pendidikan, terutama di masa pandemi COVID-19 ketika banyak kegiatan belajar mengajar beralih ke format daring. Meskipun membawa banyak keuntungan, pertanyaan tentang keamanan dan keandalan sistem ini sering muncul.

Keamanan Data Pribadi

Salah satu kekhawatiran utama seputar online proctoring adalah mengenai keamanan data pribadi peserta ujian. Ketika peserta ujian menggunakan platform ini, biasanya mereka diharuskan memberikan akses ke kamera dan mikrofon, serta mungkin juga data pribadi lain seperti alamat email dan informasi identitas. Dalam satu kasus, sebuah universitas di luar negeri mengalami kebocoran data ketika sistem proctoring mereka disusupi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Hal ini menimbulkan keraguan di kalangan mahasiswa tentang berapa banyak data pribadi yang dapat dikumpulkan dan bagaimana data ini akan digunakan.

Kepatuhan Terhadap Kebijakan Privasi

Penting bagi institusi pendidikan untuk memastikan bahwa mereka mematuhi kebijakan privasi yang ketat saat menggunakan online proctoring. Misalnya, dalam beberapa kasus, institusi harus memberikan penjelasan yang jelas kepada peserta ujian tentang bagaimana data mereka akan dikelola. Beberapa platform proctoring terkemuka telah melakukan upaya untuk memastikan bahwa mereka mematuhi peraturan perlindungan data dengan memberikan transparansi mengenai praktik pengumpulan dan penyimpanan data.

Kemungkinan Kecurangan dan Keandalannya

Meskipun online proctoring dirancang untuk mencegah kecurangan, beberapa pihak berpendapat bahwa sistem ini tidak sepenuhnya dapat diandalkan. Dalam kenyataannya, terdapat banyak cara untuk mengelak dari pengawasan, seperti menggunakan perangkat lain untuk mencari jawaban atau meminta bantuan dari teman. Selain itu, ada cerita peserta ujian yang mengeluhkan bahwa sistem proctoring kerap menganggap tindakan mereka sebagai kecurangan padahal tidak, seperti saat mereka hanya menggeser posisi duduk. Hal ini dapat menyebabkan ketidakadilan bagi peserta ujian yang sebenarnya jujur.

Alternatif untuk Pengawasan Daring

Sebagai alternatif untuk online proctoring, beberapa institusi pendidikan mulai mengeksplorasi metode penilaian berbasis proyek atau penugasan yang lebih kreatif. Misalnya, alih-alih ujian tengah semester yang dilakukan secara online, beberapa dosen mulai menerapkan penugasan kelompok di mana mahasiswa harus berkolaborasi untuk menyelesaikan proyek dalam jangka waktu tertentu. Metode ini dinilai lebih memberdayakan dan memungkinkan penilaian keterampilan nyata daripada sekadar fokus pada hasil ujian.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, meskipun online proctoring menawarkan solusi praktis untuk pengawasan ujian daring, isu keamanan dan keandalan masih perlu menjadi perhatian utama. Dosen dan institusi harus secara cermat mempertimbangkan risiko yang terkait serta mengevaluasi cara baru untuk menilai keahlian siswa. Di tengah perkembangan teknologi yang cepat, penting untuk menjaga keseimbangan antara keamanan dan integritas akademik, sambil memaksimalkan pengalaman belajar yang adil dan efektif bagi semua peserta.